KERANGKA KONSEPTUAL LAPORAN KEUANGAN (KKLK)


RANGKUMAN TENTANG KERANGKA KONSEPTUAL
BAB 1
PELAPORAN KEUANGAN BERTUJAN UMUM

Pendahuluan
1.01 Berisi tentang tujuan umum menjadi dasar dari kerangka konseptual.

Tujuan, Kegunaan, dan Keterbatasan Pelaporan Keuangan Bertujuan Umum
1.02 Bertujuan untuk menyajikan informasi keuangan guna membuat keputusan untuk investor  tentang penyediaan sumber daya kepada entitas.  
1.03 Keputusan investor saat ini dan investor potensial mengenai kepemilikan instrumen ekuitas dan instrumen utang bergantung pada hasil yang diharapkan dari investasi pada instrumen tersebut dan bergantung pada jumlah, waktu, dan ketidakpastian dari arus kas neto masa depan entitas.
1.04 Penilaian arus kas masuk neto dan masa depan dari suatu entitas, investor saat ini dan investor potensial, pemberi pinjaman serta kreditor lainnya membutuhkan informasi mengenai sumber daya entitas dan sebrapa efisien dan efektif dewan komisaris bertanggung jawab dalam menggunakan sumbe rdaya tersebut.
1.05 Kebanyakan investor saat ini dan investor potensial, pemberi pinjaman, dan kreditor lainnya tidak dapat mensyaratkan entitas pelapor untuk menyediakan informasi secara langsung dan harus mengandalkan laporan keuangan.
1.06 Laporan keuangan bertujuan umum tidak dapat menyediakan seluruh informasi yang dibutuhkan oleh investor saat ini dan investor potensial, pemberi pinjaman, kreditor lainnya. Pengguna tersebut harus mempertimbangkan informasi tersebut dan sumber lainnya.
1.07 Laporan keuangan bertujuan umum tidak digunakan untuk menunjukkan nilai entitas pelapor, akan tetapi digunakan untuk membanttu investot saat ini dan investor potensial, pemberi pinjaman, kreditor lainnya dalam mengestimasi nilai entitas pelapor.
1.08 Masing-masing pengguna memiliki kebutuhan dan keinginan informasi yang berbeda dan lebih memfokuskan kebutuhan informasi umum tidak menghalangi entitas pelapor  untuk memberikan informasi tambahan untuk phak tertentu dari pengguna utama.
1.09 Manajemen entitas pelapor tertarik kepada informasi keuangan entitas dan manjemen tidak mengandalkan laporan keuangan karena informasi keuangan yang dibutuhkan dapat diperoleh secara internal.
1.10 Pihak lain, seperti regulator dan publik selain investor, pemberi pinjaman, dan kreditor lainnya bisa mendapatkan manfaat dari laporan keuangan bertujuan umum.
1.11 Laporan keuangan didasarkan pada estimasi, pertimbangan, model daripada gambaran yang tepat. Kerangka konseptual menetapkan konsep yang mendasari estimasi, pertimbangan, model tersebut. Konsepnya adalah arah tujuan yang ingin diraih oleh DSAK IAI dan penyusun laporan keuangan.

Informasi Tentang Sumber Daya Ekonomik Entitas Pelapor, Klaim Terhadap Entitas, Serta Perubahan Sumber Daya dan Klaim
1.12  Laporan keuangan bertujuan umum menyediakan informasi mengenai posisi keuangan entitas pelapor mengenai sumber daya ekonomik entitas dan klaim terhadap entitas pelapor dan juga menyediakan informasi mengenai dampak dan transaksi dan peristiwa lainnya.

Sumber Daya Ekonomik
1.13 Informasi  mengenai sifat dan jumlah sumber daya ekonomik entitas dan klaim dapat membantu pengguna untuk mengidentifkasi kekuatan dan kelemahan keuangan entitas pelapor. Informasi tersebut dapat membantu pengguna untuk menilai likuiditas dan solvabilitas ekuitas pelapor.
1.14 Jenis sumber daya ekonomik yang berbeda mempengaruhi penilaian pengguna atas prospek untuk arus kas masa depan dari entitas pelapor secara berbeda.

Perubahan Sumber Daya Ekonomik dan Klaim
1.15 Perubahan sumber daya ekonomik dan klaim entitas pelapor dihasilkan dari kinerja entitas pelapor dan dari peristiwa / transaksi lainnya seperti penerbitan instrumen utang dan instrumen ekuitas.
1.16 Informasi mengenai kinerja keuangan entitas pelapor membantu pengguna untuk memahami imbal hasil yang telah dihasilkan entitas dari sumber daya ekonomiknya.

Kinerja Keuangan Terefleksikan oleh Akuntansi Akrual
1.17 akuntansi akrual menggambarkan dampak transaksi dan peristiwa serta kondisi lainnya atas sumber daya ekonomik dan klaim entitas pelapor pada periode pada saat terjadi, meskipun penerimaan dan pembayaran kas terjadi di periode yang berbeda.
1.18 Informasi mengenai kinerja keuangan entitas pelapor selama suatu periode, terefleksi dari sumber daya ekonomik dan klaim selain daripada sumber daya tambahan langsung dari investor dan kreditor.
1.19 Informasi mengenai kinerja keuangan entitas pelapor selama suatu periode juga dapat mengindikasikan sejauh mana suku bunga mempengaruhi kemampuan entitas untuk menghasilkan suatu arus kas masuk neto.

Kinerja Keuangan Terefleksikan oleh Arus Kas Masa Lalu
1.20 Informasi mengenai arus kas masuk entitas selama suatu periode untuk menilai kemampuan dalam menghasilkan arus kas masuk neto  masa depan.

Perubahan Sumber Daya Ekonomik dan Klaim yang Tidak Berasal dari Kinerja Keuangan
1.21 Sumber daya ekonomik dan klaim entitas pelapor juga dapat berubah karena alasan lain selain kinerja keuangan, misalnya  penerbitan saham kepemilikan tambahan.



BAB III
KARAKTERISTIK KUALITATIF INFORMASI KEUANGAN YANG BERGUNA

Pendahuluan

3.01 Karakteristik kualitatif informasi keuangan berguna untuk mengidentifikasi jenis informasi yang kemungkinan besar sangat berguna untuk investor saat ini dan investor potensial, pemberi pinjaman, serta kreditor lainnya.
3.02 Laporan keuangan menyediakan informasi tentang kondisi untuk mengubah sumber daya dan klaim terhadap entitas pelapor.
3.03 Karakteristik kualitatif informasi keuangan yang berguna untuk informasi keuangan yang tersedia dalam laporan keuangan dan juga informasi keuangan yang tersedia dengan cara lainnya

            Karakteristik Kualitatif Informasi Keuangan yang Berguna
3.04 Agar informasi dapat berguna, informasi tersebut harus relevan dan mempresentasikan secara tepat apa yang akan dipresentasikan.

Karakteristik Kualitatif Fundamental
3.05 Karakteristik  ini meliputi relevansi dan representasi tepat.

Relevansi
3.06 Informasi keuangan yang relevan mampu membuat perbedaan yaitu sebagian pengguna memilih untuk tidak mengambil keuntungan atas informasi tersebut atau telah menyadari informasi tersebut dari sumber lainnya.
3.07 Informasi keuangan dapat membuat perbedaan dalam keputusan apabila memiliki nilai prediktif,, nilai konfirmateri, atau keduanya.
3.08 Informasi keuangan memiliki nilai prediktif jika informasi tersebut dapat digunakan sebagai input untuk memprediksi tontonan masa depan.
3.09 Informasi keuangan memiliki nilai konfirmatori apabila menyediakan umpan balik tentang evaluasi sebelumnya.
3.10 Nilai prediktif dan nilai konfirmatori informasi keuangan memiliki hubungan yang saling terkait. Hasil perbandingan dapat membantu pengguna untuk mengoreksi dan meningkatkan proses yang digunakan untuk membuat prediksi sebelumnya tersebut.

Materialitas
3.11 informasi merupakan material jika penghilangan atau salah saji informasi tersebut dapat mempengaruhi keputusan yang dibuat pengguna atas informasi keuangan tentang entitas pwlapor tertentu.

Representasi Tepat
3.12 laporan keuangan menyajikan peristiwa ekonomik dalam kata dan angka. Selain menyajikan peristiwa yang relevan, informasi keuangan juga harus menyajikan peristiwa secara tepat yang akan dipresentasikan.
3.13 Penjelasan secara lengkap mencakup seluruh informasi yang diperlukan oleh pengguna agar memahami peristiwa yang digambarkan, termasuk seluruh deskripsi dan penjelasan yang akan diperlukan.
3.14 Penjelaasan yang netral adalh tanpa bias dalam pemilihan atau penyajian informasi keuangan.
3.15 Representasi tepattidak berarti akurat dalam segala hal. Bebas dari kesalahan artinya tidak ada kesalahan atau kelalaian dalam mendiskripsikan peristiwa dan proses yang digunakan untuk menghasilkan informasi yang akan dilaporkan.
3.16 Representasi tepat dengan sendirinya, tidak selalu mengahasilkan informasi yang berguna.

Penerapan Karakteristik Kualitatif Fundamental
3.17 Informasi harus tepat dan harus direpresentasikan secara tepat agar disebut informasi yang berguna.
3.18 Proses paling efisien dan efektif dalam menerapkan karakteristik kualitatif fundamental. Kemudian identifikasi jenis informasi tentang peristiwa yang relevan apabila informasi tersebut tersedia dan dapat direpresentasikan secara tepat.

Karakteristik Kualitatif Peningkat
3.19 Keterbandingan, keterverifikasian, ketepatwaktuan,dan keterpahaman merupakan karakteristik kualitatif yang meningkatkan informasi yang tepat dan direpresentasikan secara tepat.

Keterbandingan  
3.20 keputusan pengguna meliputi pemilihan beberapa cara. Oleh sebab itu, informasi entitas pelapor lebih berguna apabila dibandingkan dengan informasi tentang entitas lain yang sama untuk periode dan tanggallainnya.
3.21 Keterbandingan merupakan suatu ciri ciri kualitatif yang memungkinkan pengguna untuk mengidentifikasidan memahami persamaan dalam, dan perbedaan antara, poos-pos.
3.22 Konsistensi, walaupun berhubungan dengan keterbandingan namun tidaklah sama. Konsistensi lebih menggunakan metode yang sama terhadap pos-pos yang sama, baik dari periode ke periode dalam suatu entitas.
3.23 Keterbandingan bukan berarti seragam. Agar informasi dapat dibandingkan, hal yang sama harus terlihat sama dan hal yang berbeda harus terlihat berbeda.
3.24 Derajat keterbandingan tertentu kemungkinan dapat dicapai dengan memenuhi karakteristik kualitatif fundamental.
3.25 Walaupun sebuah peristiwa ekonomik dapat di representasikan secara tepat dengan cara yang beragam.

Keterverifikasian
3.26 keterverifikasian membantu meyakinkan pengguna bahwa bahwa informasi merepresentasikan peristiwa ekonomik secara tepat sebagaimana mestinya.
3.27 Verifikasi dapat terjadi secara langsung atau tidak langsung. Verifikasi langsung artinya pemverifikasian jumlah atau representasi lain melalui observasi secara langsung.
3.28 Dapat menjadi tidak mungkin untuk memverifikasi beberapa penjelasan dan informasi keuangan perkiraan masa depan sampai pada suatu periode masa depan.

Ketepatwaktuan
3.29 Ketepatwaktuan artinya tersedianya informasi bagi pembuat keputusan pada waktu yang tepat sehingga dapat mempengaruhi keputusan mereka.

Keterpahaman
3.30 Pengklasifikasian, pengarakteristikan dan penyajian informasi secara jelas dan ringkas dapat membuat informasi tersebut terpaham.
3.31 Beberapa peristiwa merupakan rumit secara inheren dan tidak mudah untuk dipahami.
3.32 Laporan keuangan disiapkan untuk pengguna yang memiliki pengetahuan memadai tentang aktivitas bisnis dan ekonomik serta pengguna yang meninjau dan menganalisis informasi yang tekun.

Penerapan Karakteristik Kualitatif Peningkat
3.33 Karakteristik kualitatif peningkat harus dimaksimalkan sebaik mungkin.
3.34 Penerapan karakteristik kualitatif peningkat merupakan sebuah proses yang berulang yang tidak mengikuti urutan tertentu.

Kendala Biaya Pelaporan Keuangan yang Berguna
3.35 Biaya merupakan kendala pervasif untuk informasi yang dapat disajikan oleh pelaporan keuangan.
3.36 Penyedia informasi keuangan mencurahkan sebagian usaha dalam pengumpulan, pemrosesan, pemverifikasian, dan penyebarluasan informasi keuangan.
3.37 Pelaporan informasi keuangan yang relevan dan merepresentasikan secara tepat untuk membantu pengguna membuat keputusan dengan lebih percaya diri.
3.38 Dalam penerapan kendala biaya DSAK IAI menilai apakah dari pelaporan informasi tertentu cenderung seimbang dengan biaya yang dikeluarkan untuk menyediakan dan menggunakan informasi tersebut.
3.39 Karena subyektivitas yang inheren,perbedaan penilaian individual atas biaya dan manfaat dari melaorkan pos tertentu dari informasi keuangan akan menjadi bervariasi.

BAB IV
KERANGKA DASAR PENYUSUNAN DAN PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN (1994): PENGATURAN YANG TERSISA

 Pengaturan yang tersisa dan Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan (1994). Pengaturan yang tersisa juga akan diperbarui ketika unsur-unsur laporan keuangan dan dasar pengukurannya telah dipertimbangkan.

Asumsi Dasar
Kelangsungan Usaha
4.01 Laporan keuangan biasanya disusun berdasarkan asums kelangsungan usaha entitas dan entitas akan melanjutkan usahanya di masa depan.

Unsur-Unsur Laporan Keuangan
4.02 laporan keuangan menggambarkan dampak keuangan dari transaksi dan peristiwa lain yang dikelompokkan dalam beberapa kelompok besar menurut karakteristik ekonomiknya.
4.03 Penyajian unsur-unsur ini dalam laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi memerlukan proses subklasifikasi.

Posisi Keuangan
4.04 unsur-unsur yang berkaitan secara langsung dengan pengukuran posisi keuangan adalah aset, liabilitas, dan ekuitas.
4.05 Definisi aset dan liabilitas mengidentifikasi ciri esensialnya tetapi tidak menspesifikasikan ciri-ciri yang perlu dipenuhi sebelum diakuididalam neraca.
4.06 Dalam penilaian apakah suatu pos memenuhi definisi aset, liabilitas atau ekuitas mendasari serta realitas ekonomik dan bukan hanya berdasarkan bentuk hukumnya.
4.07 Laporan posisi keuangan yang disusun sesuai dengan SAK yang berlaku meliputi pos-pos yang tidak memenuhi definisi aset dan tidak disajikan sevagai bagian dari ekuitas.

Aset
4.08 manfaat ekonomik masa depan aset merupakan potensidari aset tersebut untuk memberikan konstribusi baik langsung maupun tidak langsung.
4.09 Entitas menggunakan aset untuk memproduksi barang atau jasa yang dapat memuaskan kwingan atau kebutuhan pelanggan.
4.10 Manfaat ekonomik masa depan aset dapat mengalir ke entitas dengan beberapa cara.
4.11 Banyak aset, misalnya aset tetap memiliki bentuk fisik.
4.12 Aset seperti piutang dan property dikaitkan dengan hakhukum termasuk hak kepemilikan.
4.13 Aset entitas berasal dari transaksi atau peristiwa lain yang terjadi di masa lalu.
4.14 Ada hubungan erat antara terjadinya pengeluaran dan timbulnya aset akan tetapi kedua hal peristiwa ini tidak harus terjadi bersamaan.

Liabilitas
4.15 Karakteristik esensial liabilitas adalah bahwa entitas memiliki kewajiban lain.
4.16 Suatu perbedaan perlu dilakukan antara kewajiban lain dan komitmen masa depan.
4.17 Penyelesaian kewajiban kini membuat entitas untuk mengorbankan sumber daya yang memiliki manfaat ekonomik untuk memenuhi klaim dari pihak lain.
4.31 Kepentingan meliputi seperti pos yang timbul dalam pelepasan aset tidak lancar.
4.32 Berbagai jenis asetdapat diterima atau ditingkatkan karena penghasilan.

            Beban
4.33 Penjelasan beban mencakup baik kerugian maupun beban yang timbul dalam pelaksanaan aktivitas entitas yang biasa. 
4.34 Kerugian menjelaskan pos lain yag memenuhi penjelasan beban yang mungkin timbul mungkin tidak timbul dari aktivitas entitas yang biasa.
4.35 Kerugian bisa timbul, seperti dari bencana kebakaran dan kebanjiran seperti yang timbul dari pelepasan aset tidak lancar.

Penyesuaian Pemeliharaan Modal
4.36 revaluasi atau penyajian kembali aset dan liabilitas menyebabkan kenaikan dan penurunan ekuitas.

PENGAKUAN UNSUR-UNSUR LAPORAN KEUANGAN
4.37 pengakuan merupakan proses pembentukan suatu pos dalam laporan posisi keuangan atau laporan laba rugi yang memenuhi definisi unsur serta kriteria pengakuan.
4.38 Pos yang memenuhi definisi suatu unsur yaitu :
a.      Ada kemungkinan bahwa manfaat ekonomik masa depan yang berkaitan dengan pos tersebut
b.      Pos tersebut mempunyai biaya atau nilai yang dpat diukur dan andal
4.39 Dalam menilai apakah suatu pos memenuhi kriteria ini dan oleh sebab itu harus memenuhi syarat untuk diakui dalam laporan keuangan.

Probabilitas Manfaat Ekonomik Masa Depan
4.40  konsep probabilitas digunakan dalam kriteria pengakuan yang mengacu pada derajat ketidakpastian bahwa manfaat ekonomik masa depan akan mengalir dari entitas.

Keandalan Pengakuan
4.41  kriteria pengakuan suatu pos yang kedua adalah ada tidaknya biaya atau nilaiyang dapat diukur dengan andal.
4.42 Suatu pos yang pada saat tertentu tidak memenuhi kriteria pengakuan yang dapat memenuhi syarat pengakuan dimasa depan sebagai akibat dari peristiwa yang terjadi kemudian.
4.43 Suatu pos yang memiliki karakteristik esensial suatu unsur tetapi tidak dapat memenuhi kriteria pengakuan tetap perlu dijelaskan dalam catatan.
4.44 Aset diakui dalam laporan posisikeuangan apabila kemungkinan besar bahwa manfaat ekonomik masa depan akan mengalir ke entitas dan aset mempunyai biaya atau nilai yang dapat diukur dengan andal.
4.45 Aset tidak diakui dalam laporan posisikeuangan jika pengeluaran telah terjadi dan manfaat ekonomiknya dipandang tidak mungkin mengalir ke entitas setelah periode akuntansi berjalan.

Pengakuan Liabilitas
4.46 Liabilitas diakui dalam laporan posisi keuangan jika terdapat kemungkinan besar bahwa sumber daya yang mengandung mafaat ekonomik akan dilakukan untuk menyelesaikan kewajiban kini dan jumlah yang harus diselesaikan dapat diukur dengan andal.

Pengakuan Penghasilan
4.47 Penghasilan diakui dalam laporan laba rugi ketika kenaikan manfaat ekonomik masa depan yang berkaitan dengan kenaikan aset atau penurunan liabilitas telah terjadidan dapat diakui dengan andal.
4.48 Prosedur yang biasanya dianut dalam praktik untuk mengakui penghasilan.

Pengakuan Beban
4.49 Beban diakui dalam laporan laba rugi ketika penurunan manfaat ekonomikmasa depan yang berkaitan dengan penurunan aset atau kenaikan liabilitas telah terjadi dan dapat diukur dengan andal.
4.50 Beban diakui dalam laporan laba rugi atas dasar hubungan langsung antara biaya yang timbul dan perolehan pos pengahsilan tertentu.
4.51 Apabila manfaat ekonomik diekspetasikan akan timbul selama beberapa periode akuntansi dan hubungannya dengan pengahasilan hanya dapat ditentukan secara luas atau tidak langsung.
4.52 Beban segera diakui dalam laporan laba rugi ketika pengeluaran tidak menghasilkan manfaat ekonomik masa depan tidak memiliki syarat.
4.53 Beban juga diakui dalam laporan laba rugi pada saat liabilitas timbul tanpa adanya pengakuan aset.

PENGUKURAN UNSUR-UNSUR LAPORAN KEUANGAN
4.54 pengukuran merupakan proses penetapan jumlah moneter ketika unsur-unsur laporan keuangan akan diakui dan dicatat dalam laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi.
4.55 Sejumlah dasar pengukuran yang berbeda digunakan dalam derajat dan kombinasi yang berbeda dalam laporan keuangan.
4.56 Dasar pengukuran yang seharusnya digunakan entitas dalam penyusunan laporan keuangan adalah biaya historis.

KONSEP MODAL DAN PEMELIHARAAN MODAL
Konsep Modal
4.57 Konsep modal keuangan dianut oleh sebagian besar entitas dalam penyusunan laporan keuangan
4.58 Pemilihan konsep modal yang tepat bagi entitas didasarkan pada kebutuhan pengguna laporan keuangan.

Konsep Pemeliharaan Modal dan Penetapan Laba
4.59 Konsep modal menciptakan dua konsep pemeliharaan modal
a.      Pemelliharaan modal keuangan.
b.      Pemeliharan modal fisik.
4.60 Konsep pemeliharan modal berkaitan dengan bagaimana entitas menjelaskan modal yang ingin dipelihara.
4.61 Konsep pemeliharaan modal fisik memerlukan penggunaan dasar pengukuran biaya saat ini.
4.62 Perbedaan antara dua pokok konsep pemeliharaan modal metupakan dampak perubahan harga aset dan liabilitas entitas.
4.63 Menurut konsep modal keuangan yang menjelaskan modal dalam satuan moneter nominal.
4.64 Menurut konsep pemeliharaan modal fisik yang mendefinisikan modal dalam kapasitas produk fisik.
4.65 Pemilihan dasar pengukuran dan konsep pemeliharaan modal akan menentukkan model akuntansi yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan.






0 komentar: