Visual identity

If you want promote your business, then you have come to the right place. more »

Unique solutions

If you want promote your business, then you have come to the right place. more »

Live support

If you want promote your business, then you have come to the right place. more »

KERANGKA DASARPENYUSUNAN DAN PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN SYARIAH (KDPPLKS)

Diposting oleh aisiatun n

KERANGKA DASAR PENYUSUNAN DAN PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN SYARIAH


PENDAHULUAN
Tujuan dan Peranan
            Kerangka dasar ini menyajikan konsep yang mendasari penyusunan dan penyajian laporan keuangan bagi para penggunanya. Tujuan kerangka dasar ini adalah untuk digunakan sebagai acuan bagi:
aa.  Penyusun standar akuntansi keuangan syariah, dalam pelaksanaan tugasnya
bb. Penyusun laporan keuangan untuk menanggulangi masalah masalah akuntansi syariah yang belum diatur dalam standar akuntansi keuangan syariah
cc. Auditor, dalam memberikan pendapat mengenai apakah laporan keuangan disusun sesuai dengan prinsip akuntansi syariah yang berlaku umum dan
dd. Para pemakai laporan keuangan dalam menafsirkan informasi yang disajikan dalam laporan keuangan yang disusun dengan standar akuntansi keuangan syariah
Transaksi syariah yang dimaksud dalam kerangka dasar ini adalah transaksi yang dilakukan berdasarkan prinsip syariah. Kerangka dasar ini membahas
aa. Tujuan laporan keuangan 
bb. Karakteristik kualitatif yang menentukan manfaat informasi dalam laporan keuangan
cc.  Definisi, pengakuan dan pengukuran unsur-unsur yang membentuk laporan keuangan.

Kerangka dasar ini berlaku untuk semua jenis transaksi syariah yang dilaporkan dalam laporan keuangan entitas syariah maupun entitas konvensional, baik sektor publik maupun sektor swasta. Entitas syariah pelapor adalah entitas syariah yang laporan keuangannya digunakan oleh pemakai yang mengandalkan laporan keuangan tersebut sebagai sumber utama informasi keuangan entitas syariah. Entitas konvensional yang melakukan transaksi syariah tidak perlu menyiapkan laporan keuangan syariah secara lengkap melainkan hanya melaporkan transaksi syariah sesuai dengan ketentuan standar akuntansi syariah dalam laporan keuangan konvensional. Pemakai dan Kebutuhan Informasi:
a. Investor
b.  Pemberi dana qardh
c. Pemilik dana syirkah temporer
d. Pemilik dana titipan
e.  Pembayar dan penerima zakat, infak, sedekah dan wakaf
f.  Pengawas syariah
g.  Karyawan
h. Pemasok dan mitra usaha lainnya.
i. Pelanggan
j. Pemerintah
k. Masyarakat

Asas Transaksi Syariah 
a. Persaudaraan (ukhuwah)
b. Keadilan (‘adalah)
c. Kemaslahatan (maslahah)
d. Keseimbangan (tawazun)
e.  Universalisme (syumuliyah)

Karakteristik Transaksi Syariah:
a.  Transaksi hanya dilakukan berdasarkan prinsip saling paham dan saling ridha
b.  Prinsip kebebasan bertransaksi diakui sepanjang objeknya halal dan baik (thayib)
c. Uang hanya berfungsi sebagai alat tukar dan satuan pengukur nilai, bukan sebagai komoditas
d.  Tidak mengandung unsur riba
e.  Tidak mengandung unsur kezaliman
f.   Tidak mengandung unsur maysir
g.  Tidak mengandung unsur gharar
h.  Tidak mengandung unsur haram
i.   Tidak menganut prinsip nilai waktu dari uang (time value of money)
j. Transaksi dilakukan berdasarkan suatu perjanjian yang jelas dan benar serta tidak menggunakan dua transaksi bersamaan yang berkaitan (ta’alluq) dalam satu akad
k. Tidak ada distorsi harga melalui rekayasa permintaan (najasy), maupun melalui rekayasa penawaran (ihtikar)
l.  Tidak mengandung unsur kolusi dengan suap menyuap (risywah)

KARAKTERISTIK KUALITATIF LAPORAN KEUANGAN
  •  Dapat Dipahami
  • Relevan  
      • Materialitas·       
      • Keandalan
      •  Penyajian Jujur
      • Substansi Mengungguli Bentuk
      • Netralitas
      •   Pertimbangan Sehat
      • Kelengkapan
  • Dapat Dibandingkan
Hak Pihak Ketiga atas Bagi Hasil
            Hak pihak ketiga atas bagi hasil dana syirkah temporer adalah bagian bagi hasil pemilik dana atas keuntungan dan kerugian hasil investasi bersama entitas syariah dalam suatu periode laporan keuangan. Hak pihak ketiga atas bagi hasil tidak bisa dikelompokan sebagai beban (ketika untung) atau pendapatan (ketika rugi). Namun, hak pihak ketiga atas bagi hasil merupakan alokasi keuntungan dan kerugian kepada pemilik dana atas investasi yang dilakukan bersama dengan entitas syariah.

PENGUKURAN UNSUR LAPORAN KEUANGAN
          Pengukuran adalah proses penetapan jumlah uang untuk mengakui dan memasukkan setiap unsur laporan keuangan dalam neraca dan laporan laba rugi. Proses ini menyangkut pemilihan dasar pengukuran tertentu. Sejumlah dasar pengukuran yang berbeda digunakan dalam derajat dan kombinasi yang berbeda dalam laporan keuangan. Berbagai dasar pengukuran tersebut adalah sebagai berikut:
a. Biaya historis. Aset dicatat sebesar pengeluaran kas (atau setara kas) yang dibayar atau sebesar nilai wajar dari imbalan (consideration) yang diberikan untuk memperoleh aset tersebut pada saat perolehan
b. Biaya kini (current cost). Aset dinilai dalam jumlah kas (atau setara kas) yang seharusnya dibayar bila aset yang sama atau setara aset diperoleh sekarang
c. Nilai realisasi/penyelesaian (realisable/settlement value). Aset dinyatakan dalam jumlah kas (atau setara kas) yang dapat diperoleh sekarang dengan menjual aset dalam pele-pasan normal (orderly disposal).
Untuk menjamin keandalan serta dapat dibandingkan, manajemen harus menggunakan seluruh prinsip-prinsip berikut selama merevaluasi aset, kewajiban dan dana syirkah temporer:
aa.  Adanya indikator eksternal, seperti harga pasar, yang tersedia secara luas.
bb.  Utilisasi seluruh informasi yang relevan baik positif atau negatif.
cc.   Utilisasi metode-metode penilaian yang logis dan relevan.
dd.   Konsistensi penggunaan metode-metode penilaian yang digunakan.
ee.   Utilisasi penggunaan ahli-ahli penilai yang tersedia secara luas.
f.f.   Konservatisme dalam proses penilaian sesuai objektivitas dan netralitas dalam pemilihan nilai-nilai.

more »

Rangkuman PSAK 72

Diposting oleh aisiatun n
Rangkuman PSAK 72 AKUNTANSI PENDAPATAN DARI KONTRAK DENGAN PELANGGAN

RUANG LINGKUP
ED PSAK 72 diterapkan untuk seluruh kontrak pelanggan, kecuali:
Kontrak dalam ruang lingkup sewa (PSAK 30)
Kontrak asuransi (PSAK 62)
Instrument keuangan dan hak atau kewajiban kontraktual lain
Pertukaran nonmoneter antara entitas dalam lini bisnis yang samauntuk memfasilitasi penjualan pelanggan atau pelanggan potensial.

5 Steps Model Untuk Mengakui Pendapatan
Mengidentifikasi kontrak dengan pelanggan
Dapat dipaksakan pelaksanaan hak dan kewajibannya
Para pihak dalam kontrak telah menyetujui kontrak dan berkomitmen untuk melaksanakan kewajiban mereka masing-masing.
Entitas dapat mengidentifikasi hak setiap pihak mengenai barang atau
jasa yang akan dialihkan
Kontrak memiliki substansi komersial (yaitu risiko, waktu, atau jumlah arus kas masa depan entitas diharapkan berubah sebagaiakibat dari koontrak) dan
Kemungkinan besar bahwa entitas akan menagih imbalan yang akan menjadi haknya dalam pertukaran barang atau jasa yang akan dialihkan ke pelanggan.
Jika kontrak dengan pelanggan tidak memennuhi paragraf 09 dan entitas menerima imbalan dari pelanggan, maka entitas mengakui imbalan sebagai pendaptan jika:
Entitas tidak memiliki sisa kewajiban untuk mengalihkan barang /jasa dan seluruh imbalan telah diterima entitas dan tidak dapat dikembalikan
Kontrak telah berakhir dan imbalan yang diterima entitas tidak dapat dikembalikan
Kombinasi Kontrak
Entitas mengkomnbinasikan dua atau lebihkontrakyang disepakati pada waktu yang sama atau berdektan dengan pelanggan yang sama (atau pihak berelasi dengan pelanggan) dan mencatat kontrak tersebut sebagai kontrak tunggal jika satu ataulebih kriteria berikut terpenuhi:
Kontrak yang dinegosiasikansebagai suatu paket dengan tujuan komersial tunggal
Jumlah imbalan yang dibayarkan dalam satu kontrak
Barang atau jasa yang dijanjikan dalam kontrak
Modifikasi Kontrak
Entitas mencatat modifikasi kontrak sebagai kontrak terpisah jika terdapat keua kondisi berikut:
Ruang lingkup kontrak meningkat
Harga kontrak meningkat

Mengidentifikasi Kewajiban Pelaksanaan yang Terdapat dalam Kontrak (paragraph 22)
Pada awal kontrak, entitas menilai barang atau jasa yang dijanjikan dalam kontrak dengan pelanggan dan mengidentifikasi sebagai kewajiban pelaksanaan setiap janji untuk mengalihkan kepada pelanggan baik:
Suatu barang atau jasa yang bersifat dapat dibedakan
Serangkaian barang atau jasa yang bersifat dapat dibedakan dan memiliki pola pengalihan yang sama kepada pelanggan
Barang atau Jasa yang Bersifat dapat Dibedakan (Distinct)
Barang atau jasa yang dijanjikan kepada pelanggan bersifat dapat dibedakan jika kedua kriteria berikut terpenuhi:
Pelanggan memperoleh manfaat dari barang atau jasa
Janji entitas  untuk mengalihkan barang atau jasa kepada pelanggan

Menentukan Harga Transaksi  (paragraf 48)
Ketika menentukan harga transaksi,entitas mempertimbangkan dampak dari seluruh hal berikut:
Imbalan variabel (paragraf 50-55 dan 59)
Pembatasan estimasi imbalan variabel (paragraf 56-58)
Keberadaan komponen pendanaan signifikan dalam kontrak (paragraf 60-65)
Imbalan nonkas (paragraf 60-65)
Utang imbalan kepada pelanggan (paragraf 70-72)

Mengalokasikan Harga Transaksi ke Kewajiban Pelaksanaan dalam Kontrak (paragraf 74)
Mengalokasikan harga transaksi ke kewajiban pelaksanaan secara terpisah berdasarkan hharga jual berdiri sendiri relatif)
Jika harga jual berdiri sendiri tidak secara langsung dapat diobservasi, maka entitas mengestimasi harga jual berdiri sendiri pada jumlah yang akan menghasilkan alokasi harga transaksi yang memenuhi tujuan alokasi (paragraf 73)
Diskon (paragraf 82) dan imbalan variabel (paragraf 85) dialokasikan sepenuhnya untuk masing-masing kewajiban pelaksanaan jika kriteria yang ditentukan telah terpenuhi

Mengakui Pendapatan Ketika (atau selama) Entitas Menyelesaikan Kewajiban Pelaksanaan
Entitas mengakui pendaptan ketika (atau selama) entitas memenuhi kewajiban kinerja dengan mengalihkan barnag atau jasa yang dijanjikan (yaitu aset) kepada pelanggan. Aset dialihkan ketika (atau selama) pelanggan memperoleh pengendalian atas aset
Pendapatan diakui pada waktu tertentu (at a point in time)
Pendapatan diakaui sepanjang waktu (over time)
Jika tidak memenuhi kriteria over time, pendapatan diakui pada saat pengalihan pengendalian.
Tanggal Efektif dan Ketentuan Transisi
Entitas menerapkan ED PSAK 72 untuk periode tahun buku yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2019. Penerapan dini diperkenankan. Jika entitas menerapkan pernyataan ini lebih dini, maka entitas mengungkapkan fakta tersebut.
Entitas menerapkan pernyataan ini menggunakan satu dari dua metode berikut:
Secara retrospektif untuk setiap periode pelaporan sajian sebelumnya sesuai dengan PSAK 25: Kebijakan akuntansi, perubahan estimasi akuntansi, dan kesalahan tunduk pada panduan dalam paragraf C05
Secara retrospektif dengan dampak kumulatif atas penerapan secara awal pernyataan ini diakui pada tanggal penerapan awal sesuai dengan paragrapf C07-C08

more »

Rangkuman PSAK 68

Diposting oleh aisiatun n
PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN 68

PENGUKURAN NILAI WAJAR

PENDAHULUAN
Tujuan
a. Mendefinisikan nilai wajar (fair value)
b. Menetapkan dalam satu pernyataan, suatu kerangka pengukuran nilai wajar
c. Mensyaratkan pengungkapan mengenai pengukuran nilai wajar

Nilai wajar adalah pengukuran berbasis pasar, bukan pengukuran yang spesifik atas suatu entitas. Sebelum PSAK 68 berlaku definisi nilai wajar adalah jumlah suatu aset dapat dipertukarkan atau suatu liabilitas diselesaikan antara pihak yang berkeinginan dan memiliki pengetahuan memadai dalam suatu transaksi yang wajar. Tujuan pengukuran nilai wajar adalah untuk mengestimasi dimana transaksi teratur untuk menjual aset atau mengalihkan liabilitas akan terjadi antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran pada tanggal pengukuran dalam kondisi pasar saat ini (yaitu harga keluar (exit price) pada tanggal pengukuran dari perspekif pelaku pasar yang memiliki aset atau liabilitas).
Hierarki nilai wajar PSAK ini berusaha meningkatkan konsistensi dari daya banding dalam pengukuran nilai wajar dan pengungkapan terkait melalui suatu hierarki nilai wajar. Input adalah asumsi yang digunakan pelaku pasar ketika menentukan harga aset atau liabilitas. Input yang dapat diobservasi adalah input yang dikembangkan menggunakan data pasar. Sementara input yang tidak dapat diobservasi adalah input ketika data pasar tidak tersedia mengenai asumsi yng akan digunakan pelaku pasar ketika menentukan harga aset atau liabilitas.

Ruang Lingkup
Pernyataan ini diterapkan ketika pernyataan lain mensyaratkan atau mengizinkan pengukuran nilai wajar atau pengungkapan mengenai nilai wajar (dan pengukuran seperti nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual (fair value less costs to sell), berdasarkan nilai wajar atau pengungkapan tersebut), kecuali sebagaimana dijelaskan dalam pargraf 06 dan 07.

PENGUKURAN
Pernyataan ini mendefinisikan nilai wajar sebagai harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran.

PENGUNGKAPAN
Entitas mengungkapkan informasi yang membantu pengguna laporan keuangannya untuk menilai kedua hal sebagai berikut:
Untuk aset dan liabilitas yang diukur pada nilai wajar secara berulang (reccuring) atau tidak berulang (non-reccuring) dalam laporan posisi keuangan setelah pengakuan awal, teknik penilaian dan input yang digunakan untuk mengembangkan pengukuran tersebut.
Untuk pengukuran nilai wajar yang berulang yang menggunakan input yang tidak dapat diobservasi yang signifikan (level3), dampak dari pengukuran terhadap laba rugi atau penghasilan komprehensif untuk periode tersebut.

        Tujuan entitas mempertimbangkan seluruh hal diatas adalah sebagai berikut;
1. Tingkat rincian yang dibutuhkan untuk         memenuhi persyaratan pengungkapan.
2. Berapa banyak penekanan yang                  ditetapkan pada setiap persyaratan.
3. Berapa banyak penggabungan atau             pemisahan yang perlu dilaksanakan; dan
4. Apakah pengguna laporan keuangan          membutuhkan informasi tambahan            untuk mengevaluasi informasi                     kuantitatif yang diungkapkan.

more »

Soal dan Penyelesaian

Diposting oleh aisiatun n
SOAL 21.1
Bapak Davi adalah staf bagian akuntansi baru PT. Nuri. Perusahaan melakukan perencanaan pajak sehingga pajak yang dibayarkan minimal. Berikut adalah beberapa informasi terkait PT. Nuri: 
Selama ini, perusahaan ,menggunakan metode pencatatan persediaan dengan metode average cost method. Bapak Davi kemudian melakukan simulasi dengan menghitung persediaan menggunakan metode FIFO. Data yang dihasilkan adalah sebagai berikut:

2014
2015

Persediaan akhir FIFO
Rp.365.000.000
Rp.375.000.000

Persediaan akhir Average Cost
Rp.226.000.000
Rp.240.000.000

Laba sebelum pajak (dihitung menggunakan metode average cost)
Rp.700.000.000
Rp.850.000.000


Diminta:
hitunglah perubahan pada laba bersih apabila PT Nuri menggunakan pencatatan persediaan menggunakan FIFO!
perhitungkan dampak pajak dari perubahan metode tersebut, dengan asumsi pajak yang berlaku 25%!
hitunglah metode mana yang dapat memenuhi tujuan PT Nuri untuk melakukan penghematan pajak!    
JAWAB
Laba bersih apabila PT Nuri menggunakan pencatatan persediaan menggunakan FIFO
Tahun
Persediaan
Perbedaan


Average
 FIFO


2014
Rp.226.000.000
Rp.363.000.000
Rp.139.000.000

2015
Rp.240.000.000
Rp.375.000.000
Rp.135.000.000



THN
LABA KOTOR AVERAGE
LABA BERSIH 25%

2014
Rp.700.000.000
Rp.525.000.000

2015
Rp.850.000.000
Rp.637.500.000


Laba bersih FIFO 2014 2014: Perbedaan x 25%
Rp.139.000.000 x 25% = Rp.34.750.000
Kenaikan laba FIFO = Rp.139.000.000 – Rp.34.750.000 = Rp.104.250.000
 2015: Perbedaan x 25%
Rp.135.000.000 x 25% = Rp. 34.750.000
Kenaikan laba FIFO = Rp.135.000.000 – Rp.33.750.000 = Rp.101.230.000
 Laba bersih FIFO 2014 Rp.525.000.000 + Rp.104.250.000 = Rp.626.250.000
2015 Rp.637.500.000 + Rp.101.250.000 = Rp.738.750.000

Perhitungkan dampak pajak dari perubahan metode tersebut
Pajak 25% (Average)
 2014 Rp.700.000.000 x 25% = Rp.175.000.000
2015 Rp.850.000.000 x 25% = Rp.212.500.000
            Rp.387.500.000
Pajak 25% FIFO
2014 Rp.139.000.000 x 25% : Rp.34.750.000 + Rp.175.000.000 = Rp.209.750.000
2015 Rp.135.000.000 x 25% : Rp.33.750.000 + Rp.212.500.000 = Rp.246.250.000
              Rp.456.000.000

Dampak dari perubahan metode tersebut adalah pajak yang dihasilkan metode FIFO lebih besar.

Hitunglah metode mana yang dapat memenuhi tujuan PT. Nuri
Jika untuk melakukan penghematan pajak, maka PT. Nuri harus menggunakan metode average pajak yang dihasilkan dengan metode average lebih kecil yaitu Rp.387.500.000 sedangkan pajak yang dihasilkan metode fifo yaitu Rp.456.000.000

 SOAL 21.3   Pada saat pemeriksaan laporan keuangan PT. Rumah Kita tahun 2015, ditemukan beberapa kesalahan sebagai berikut:
utang kepada peralatan kantor sebesar Rp.50.000.000 yang berasal dari transaksi pembelian tanggal 30 Desember 2014, baru dicatat pada saat barang diterima yaitu tanggal 4 Januari 2015, karena menggunakan FOB Destination Point. Namun, akun perlenegkapan pertanggal 31 Desember 2014 sudah memasukkan transaksi tersebut.
PT. Rumah Kita belum mencatat beban komisi penjualan kepada staf yang berhasil melakukan penjualan unit kluster Rumah Kita diluar target sebesar Rp.20.000.000 terutang pada tanggal 2015.
Nilai persediaan akhir atas unit Rumah Kita overstated sebesar Rp.500.000.000 pada tahun 2015.
Pada pertengahan akhir tahun 2015, PT. Rumah Kita membeli bangunan sebagai kantor pemasaran baru senilai Rp.420.000.000 yang memiliki masa manfaat 6 tahun dengan nilai sisa Rp.60.000.000. Bangunan tersebut didepresiasikan dengan metode garis lurus. Pada saat pencatatan, nilai sisa sebelum dikurangkan saat penghitungan beban depresiasi.   

Diminta:  Buatlah jurnal penyesuaian yang dibutuhkan oleh PT. Rumah Kita pada tahun 2015 terkait kesalahan diatas, dengan asumsi laporan keuangan PT. Rumah Kita belum ditutup buku!
 JAWAB  Jurnal Koreksi
Hutang Rp.50.000.000
Perlengkapan Rp.50.000.000
Beban Komisi Rp.20.000.000
Hutang Biaya Rp.20.000.000
HPP Rp.500.000.000
Persediaan Rp.500.000.000
Beban Depresiasi Rp.30.000.000
Akum Penyusutan Bangunan Rp.30.000.000
 SOAL 21.4
Pada tanggal 1 Januari 2013. PT. Teguh membeli mesinseharga Rp.200.000.000 dan didepresiasikan selama 4 tahun menggunakan metode garis lurus tanpa nilai sisa. Pada tanggal 1 Januari 2015, PT. Teguh mengubah estimasi masa manfaat menjadi 5 tahun dari tanggal pembelian dan memiliki nilai sisa Rp.10.000.000.   Diminta:
Hitunglah saldo akumulasi depresiasi pada akhir tahun 2015!
Hitunglah depresiasi mesin pada tahun 2015!
Buatlah jurnal untuk mencatat hal-hal terkait mesin pada tahun 2015!
Terkait perubahan tersebut, bagaimana standar akuntansi mengharuskan cara pelaporan yang benar?   

JAWAB
Hitunglah saldo akumulasi sampai akhir tahun 2015
Penyusutan = Rp.200.000.000 : 4 = Rp.50.000.000
Perubahan estimasi penyusutan = Rp.200.000.000 – Rp.10.000.000 : 5 = Rp.38.000.000
Saldo akumulasi akhir tahun 2015
2013 Rp.50.000.000
2014 Rp.50.000.000
2015 Rp.38.000.000
           Rp.138.000.000

Depresiasi mesin pada tahun 2015
2015 = Rp.38.000.000

Jurnal untuk mencatat hal-hal terkait 2015
Beban Depresiasi Rp.38.000.000
Akum Depresiasi Rp.38.000.000

Standar pelaporan yang benar

2015 Estimasi baru
2014
2015 Estimasi lama

Peralatan
Rp.200.000.000
Rp.200.000.000
Rp.200.000.000

Akum Depresiasi
Rp.138.000.000
Rp.100.000.000
Rp.150.000.000

Peralatan-net
Rp.62.000.000
Rp.100.000.000
Rp.50.000.000






Beban Depresiasi
Rp.38.000.000
Rp.50.000.000
Rp.50.000.000


SOAL K11-4
PT. Medan Jaya mengoperasikan kelompok toko khusus diseluruh Indonesia. Toko-toko tersebut dari dulu menyimpan persediaan dan menjual produk perlengkapan dapur dan kamar mandi yang diproduksi di Indonesia. Tahun ini, PT. Medan Jaya mengadakan hubungan bisnis dengan perusahaan manufaktur di Lucerne, Swiss, untuk membeli satu lini produk perlengkapan kamar mandi untuk dijual ditokonya. Sebagai bagian dari perjanjian bisnis, pembayaran oleh PT. Medan Jaya akan jatuh tempo dalam 30 hari setelah barang diterima, dimana harga dinyatakan dan terutang dalam franc Swiss.
PT. Medan Jaya mencatat pembelian terebut sebagai persediaan dan mencatat sebagai liabilitas pada saat barang diterima dari perusahaan Swiss, menggunakan kurs untuk franc Swiss pada tanggal pembelian persediaan dicatat. Pada saat dilakukan pembayaran, PT. Medan Jaya mendebit atau mengkredit persediaan setiap perbedaan antara liabilitas yang semula dicatat dan jumlah rupiah yang digunakan untuk melunasi liabilitas dalam franc Swiss. PT. Medan Jaya menggunakan sistem persediaan perpetual dan metode penghitungan persediaan FIFO dan mudah dapat menelusuri penyesuaian tersebut ke persediaan spesifik yang dibeli.
 Diminta:
Cari standar akuntansi terbaru untuk akuntansi transaksi mata uang asing! Anda dapat memperoleh akses ke standar akuntansi melalui perpustakaan atau dari beberapa sumber lain. Sebagai staf akuntan dari kantor akuntan publik yang mengaudit laporan keuangan tahunan PT. Medan Jaya, tulislah memo ke Mariam, manajer yang bertanggung jawab untuk audit, membahas akuntansi transaksi kliennya dengan perusahaan Swiss! Dukungan setiap rekomendasi anda dengan kutipan dari standar pelaporan keuangan yang berlaku.
 JAWAB PSAK10 Paragraf 21
Pada pengakuan awal, transaksi valuta asing dicatat dalam mata uang asing fungsional. Jumlah valuta asing dihitung ke dalam mata uang fungsional dengan kurs spot antara mata uang fungsional dan valuta asing pada tanggal transaksi.
 PSAK10 Paragraf 23
Pada akhir periode setiap pelaporan:
Pos moneter valuta asing dijabarkan menggunakan kurs penutup.
Pos nonmoneter yang diukur dalam biaya historis dalam valuta asing dijabarkan menggunakan kurs pada tanggal transaksi.
Pos nonmoneter yang diukur pada nilai wajar dalam valuta asing dijabarkan menggunakan kurs pada tanggal ketika nilali wajar diukur.

 L11.7 SOAL
Pada tanggal 1 Desember 20x1. PT. RonImportir, perusahaan Indonesia, membeli jam dari Selandia Baru seharga 15.000 Dollar New Zealand (NZ$), yang akan dibayar pada tanggal 15 Januari 20x2. Akhir tahun fiskal PT. RonImportir adalah 31 Desember, dan mata uang pelaporannya adalah rupiah kurs adalah sebagai berikut:
1 Desember 20x1 1 Dollar NZ = Rp.7.000
31 Desember 20x1 1 Dollar NZ =  Rp.6.600
15 Januari 20x2 1 Dollar NZ = Rp.6.800
 Diminta:
Dalam mata uang apa transaksi tersebut didenominasi?
Buatlah ayat jurnal yang digunakan PT. RonImportir untuk mencatat pembelian, penyesuaian pada tanggal 31Desember, dan penyesuaian!
 JAWAB
Dalam mata uang NZ

Utang Usaha


2014





01-Des
Rp.105.000.000
(NZ$7000xRp.15000)



31-Des
Rp.(6.000.000)
(NZ$7000xRp.6.600)



31-Des
Rp.99.000.000
saldo (NZ$7000xRp.6.600)

2015





01-Jan





(Rp.15.000x(NZ$6.800-NZ$6.600))
Rp.3.000.000




01-Jan penyelesaian





(Rp.15.000xNZ$6.800)
Rp.102.000.000






02-Jan
          saldo




Jurnal
Unit mata uang asing Rp.102.000.000
Kas Rp.102.000.000
Memperoleh mata uang asing

Utang usaha Rp.99.000.000
     Kerugian transaksi mata uang asing Rp.3.000.000
Unit mata uang asing Rp.102.000.000

Menyelesaikan utang dalam mata uang asing dan mengakui keuntungan dan perubahan kurs sejak tanggal 31 desember 2014.

more »

RANGKUMAN PSAK 4 DAN 65

Diposting oleh aisiatun n
PSAK 4
LAPORAN KEUANGAN TERSENDIRI 
PSAK 4  (2013) tentang laporan keuangan tersendiri mengadopsi IAS 27 per 1 Januari 2013 dan disahkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Indonesia (DSAK IAI) pada tanggal 19 Desember 2013. PSAK 4 (2013) menggantikan PSAK 4 (2009) tentang Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan Tersendiri yang mengadopsi IAS 27 efektif per 1 Januari 2009, PSAK 4 (1994) tentang laporan keuangan konsolidasian dan PAI 1984 Bab II Pasal 9.

PENDAHULUAN
Pernyataan ini bertujuan untuk mengatur persyaratan akuntansi untuk investasi pada entitas anak, ventura bersama, dan entitas asosiasi ketika entitas induk menyajikan laporan keuangan tersendiri sebagai informasi tambahan.

Ruang Lingkup
Pernyataan ini diterapkan pada entitas induk yang menyajikan laporan keuangan mandiri dalam tersendiri dalam mencatat investasi pada entitas anak, ventura bersama, dan entitas asosiasi.

Definisi
Laporan keuangan konsolidasian adalah laporan keuangan suatu kelompok usaha yang didalamnya aset, liabilitas, ekuitas, penghasilan, beban, dan arus kas entitas induk dan liabilitas anaknya disajikan sebagai suatu entitas ekonomi tunggal.
Laporan keuangan tersendiri adalah laporan keuangan yang disajikan oleh entitas, dimana entitas tersebut dapat memilih untuk, sebagaimana yang dipersyaratkan dalam pernyataan ini, mencatat investasinya pada entitas anak, entitas asosiasi dan ventura bersama pada biaya perolehan, sesuai dengan PSAK 55 dan PSAK 15.
Istilah yang didefinisikan dalam PSAK65: Laporan Keuangan Konsolidasian Lampiran A, PSAK 66: Pengaturan Bersama Lampiran A dan PSAK 15 paragraf 03:
Entitas anak, entitas asosiasi, entitas investasi, kelompok usaha, metode ekuitas, pengaruh signifikan, pengendalian bersama, pengendalian atas investee, ventura bersama, venture bersama.
Laporan keuangan tersendiri disajikan sebagai informasi tambahan dalam laporan konsolidasian. Laporan keuangan tersendiri minimal terdiri dari laporan posisi keuangan, laporan laba rugi, dan penghasilan komprehensif lain, laporan perubahan ekuitas, dan laporan arus kas.

PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN TERSENDIRI
Laporan keuangan tersendiri disusun sesuai dengan SAK yang berlaku, kecuali yang ditentukan dalam paragraf 10. Jika entitas induk menyusun laporan keuangan tersendiri maka entitas induk tersebut mencatat investasi pada entitas anak, ventura bersama dan entitas asosiasi yaitu biaya perolehan, sesuai PSAK 55 instrumen keuangan pengakuan dan pengukuran, menggunakan metode ekuitas syang dijelaskan dalam PSAK 15: investasi pada entitas asosiasi dan ventura bersama. Entitas induk menerapkan akuntansi yang sama untuk setiap kategori yang sama. Jika entitas induk juga bertindak sebagai investor atau venture memilih sesuai dengan PSAK 15. Ketika entitas induk berhenti menjadi entitas investasi maka entitas mencatat perubahan dari tanggal ketika perubahan status tersebut terjadi. Dividen diakui dalam laba rugi, kecuali jika entitas tersebut memilih menggunakan metode ekuitas, dimana dividen tersebut diakui sebagai pengurang jumlah tercatat investasi. Entitas induk baru mengukur biaya perolehan pada nilai tercatat atas bagiannya atas pos-pos ekuitas dalam laporan keuangan tersendiri entitas induk awal pada tanggal akuisisi. Entitas yang bukan merupakan entitas induk mungkin mendirikan entitas baru sebagai entitas induk yang memenuhi kriteria. Dalam kasus tersebut “entitas induk awal” dan “kelompok usaha awal” merujuk pada  “entitas awal”.

TANGGAL EFEKTIF DAN KETENTUAN TRANSISI
Entitas menerapkan pernyataan tersebut untuk periode tahun buku yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2015. Amandemen PSAK 4: laporan keuangan tersendiri tentang metode ekuitas dalam laporan keuangan tersendiri mengamandemen paragraf 04-07,10,11B dan 12. Untuk periode tahun buku yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2016 sesuai dengan PSAK 25: kebijakan akuntansi perubahan estimasi akuntansi dan kesalahan.


PSAK 65
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PSAK 65 (2013 tentang laporan keuangan konsolidasian mengadopsi IFRS 10 Consolidated Financial Statements per 1 Januari 2013 dan disahkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK IAI) pada tanggal 19 Desember 2013 dan penyesuaian tersebut efektif per 1 Januari 2014 dan disahkan oleh DSAK IAI pada tanggal 27 Agustus 2014. Amandemen PSAK 65 tentang entitas investasi: penerapan pengecualian konsolidasimengadopsi amandemen IFRS 10,11, dan IAS 28 Investment Entities: Appliyimg the Consolidation Exception efektif per 1 Januari 2016dan disahkan oleh DSAK IAI pada tanggal 18 November 2015.

PENDAHULUAN
Tujuan
Tujuan untuk menetapkan prinsip penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian ketika entitas mengendalikan satu atau lebih entitas lain. Untuk mencapai tujuan terssebut diantaranya adalah mensyaratkan entitas (anak induk) yang mengendalikan satu atau lebih entitas lain (entitas anak) untuk menyajikan laporan keuangan konsolidasian, mendefinisikan prinsip pengendalian (control) dan menetapkan pengendalian sebagai dasar konsolidasi, menetapkan bagaimana cara menerapkan prinsip pengendalian untuk mengidentifikasi apakah investor mengendalikan investee sehingga investor harus mengonsolidasi investee, menetapkan persyaratan akuntansi untuk penyusunan laporan keuangan konsolidasian, mendefinisikan entitas investasi dan menetapkan pengecualian untuk mengonsolidasikan entitas anak tertentu dari entitas investasi. Pernyataan ini tidak berhubungan dengan persyaratan akuntansi untuk kombinasi bisnis dan dampaknya dalam konsolidasi, termasuk goodwill yang timbul dari kombinasi bisnis (sesuai dengan PSAK 22: kombinasi bisnis).
more »

RANGKUMAN SAK 2

Diposting oleh aisiatun n
PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN 2
LAPORAN ARUS KAS
Laporan arus kas terdiri dari paragraf 01-60a. PSAK 2 dilengkapi dengan contoh ilustratif yang bukan merupakan bagian dari PSAK 2. Seluruh paragraf dalam pernyataan ini memiliki kekuatan mengatur yang sama. PSAK 25: kebijakan akuntansi, perubahan estimasi akuntansi, dan kesalahan: memberikan dasar untuk memilih dan menerapkan kebijakan akuntansi ketika tidak ada panduan secara eksplisit. Pernyataan ini tidak wajib diterapkan untuk  unsur-unsur yang tidak material.

PENDAHULUAN
Tujuan
Mensyaratkan ketentuan atas informasi mengenai perubahan historis dalam kas dan setara kas suatu entitas melalui laporan arus kas yang mengklasifikasikan arus kas berdasarkan aktivitas operasi, investasi dan pendanaan selama suatu periode.

Ruang Lingkup
Entitas menyusun laporan keuangan arus kas sesuai dengan persyaratan dalam pernyataan ini dan menyajikan laporan sebagai bagian tak terpisahkan dari laporan keuangan untuk setiap periode penyajian laporan keuangan untuk setiap tahun penyajian laporan keuangan.
            Pengguna laporan keuangan entitas berkepentingan untuk mengetahui bagaimana entitas memperoleh dan menggunakan kas dan setara kas.

Manfaat Inforrmasi Arus Kas
            Apabila digunakan dalam kaitannya dengan laporan keuangan lain, maka laporan arus kas dapat menyediakan informasi yang memungkinkan pengguna untuk mengevaluasi perubahan dalam aset neto entitas, struktur keuangannya dan kemampuannya untuk mempengaruhi total serta waktu arus kas terhadap keadaan dan peluang yang berubah. Arus kas historis digunakan sebagai petunjuk dari total, waktu dan kepastian arus kas masa depan.

Definisi
·       Aktivitas investasi merupakan perolehan dan pelepasan aset jangka panjang serta investasi lain yang tidak termasuk setara kas.
·       Aktivitas operasi yaitu penghasil utama pendaptan entitas dan aktivitas lain yang bukan aktivitas  investasi dan aktivitas pendanaan.
·       Aktivitas pendanaan yaitu aktivitas yang disebabkan perubahan dalam jumlah serta isi konstribusi ekuitas dan pinjaman entitas.
·       Arus kas merupakan arus masuk dan keluar kas setara kas
·       Setaara kas merupakan investasi yang sifatnya sangat likuid, jangka pendek yang dengan cepat bisa segera dikonversikan menjadi kas dalam jumlah yang dapat ditentukan dan memiliki risiko perubahan nilai yang tidaksignifikan.

Kas dan Setara Kas
            Setara kas dimiliki untuk tujuan memenuhi komitmen kas jangka pendek bukan untuk investasi atau tujuan lain. Misalnya saham preferen yang dihasilkan dalam suatu periode singkat dan jatuh temponya dan tanggal penebusan yang telah ditentukan.
            Pinjaman dari bank umumnya dipertimbangkan sebagai aktivitas pendanaan. Ciri-ciri peraturan perbankan menyebakan saldo bank sering naik turun dari saldo positif menjadi negatif. Arus kas tidak termasuk perpindahan antara pos-pos yang termasuk dalam kas atau setara kas. Pengelolaan kas termasuk investasi atas kelebihan kas dalam setara kas.

PENYAJIAN LAPORAN ARUS KAS
            Laporan arus kas melaporkan arus kas selama periode tertentu dan diklasifikasikan menurut aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Klasifikasi arus kas berdasarkan aktivitas menyediakan informasi yang memungkinkan pengguna untuk menilai dampak aktivitas terhadap posisi keuangan entitas terhadap jumlah kas dan setara kas. Transaksi tunggal dapat mencakup beberapa arus kas yang diklasifikasikan secara berbeda.

Aktivitas Operasi
            Jumlah arus kas yang timbul dari aktivitas operasi adalah petunjuk utama untuk menentukan apakah operasi entitas telah menghasilkan arus kas yang cukup untuk melunasi pinjaman, menjaga kemampuan, membayar deviden, dan melakukan investasi baru tanpa bantuan sumber pendapatan. Arus kas dari aktivitas operasi diperoleh terutama dari aktivitas utama penghasil pendapatan entitas. Beberapa transaksi seperti penjualan peralatan pabrik, dapat menimbulkan keuntungan atau kerugian yang diakui dalam laba rugi. Arus kas yang terkait dengan transaksi tersebut merupakan arus kas dari aktivitas informasi. Oleh karen itu, arus kas yang timbul dari pembelian dan penjualan dalam transaksi efek yang diperjualbelikan atau diperdagangkan tersebut diklasifikasikan sebagai aktivitas operasi.

Aktivitas Investasi
            Pengungkapan terpisah arus kasyang timbul dari aktivitas investasiadalah penting karena arus kas tersebut merepresentasikan sejauh mana pengeluaran yang telah terjadi untuk sumber daya yang diintensikan untuk menghasilakan penghasilan danarus kas masa depan. Apabila suatu kontrak dicatat sebagai lindung nilai atas suatu posisi terudentifikasi, maka arus kas dari kontrak tersebut diklasifikasikan dengan cara yang sama seperti arus kas dari posisi yang dilindung nilainya.

Aktivitas Pendanaan
            Pengungkapan terpisah atas arus kas yang timbul dari aktivitas pendanaan adalah penting karena berguna untuk memprediksi klaim atas arus kas masa depan oleh para penyedia modal entitas.

PELAPORAN ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
            Entitas melaporkan arus kas dari aktivitas operasi dengan menggunakan salah satu dari metode diantaranya metode langsung dan metode tidak langsung. Entitas dianjurkan untuk melaporkan arus kas dari aktivitas operasi dengan metode langsung dan dalam metode tidak langsung arus kas neto dari aktivitas operasi ditentukan dengan menyesuaikan laba atau rugi neto.

PELAPORAN ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI DAN PENDANAAN
            Entitas melaporkan secara terpisah kelompok utama penerimaan kas bruto dan pembayaran kas bruto yang timbul dari aktivitas investasi dan pendanaan.

PELAPORAN ARUS KAS ATAS DASAR ARUS KAS NETO
            Laporan arus kas melaporkan arus kas selama periode tertentu dan diklasifikasikan menurut aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Klasifikasi arus kas berdasarkan aktivitas menyediakan informasi yang memungkinkan pengguna untuk menilai dampak aktivitas terhadap posisi keuangan entitas serta terhadap jumlah kas dan setara kas. Suatu transaksi tunggal dapat mencakup beberapa arus kas yang diklasifikasikan secara berbeda.

Aktivitas Operasi
            Jumlah arus kas yang timbul dari aktivitas operasi adalah indikator utama untuk menentukan apakah operasi entitas telah menghasilkan arus kas yang cukup untuk meluunasi pinjaman, memelihara kemampuan operasi entitas, membayar deviden dan melakukan investasi baru tanpa bantuan sumber pendanaan dari luar. Oleh karena itu arus kas umumnya dihasilkan dari transaksi dan peristiwa lain yang mempengaruhi penetapan laba rugi.entitas dapat memiliki efek dan pinjaman yang diberikan untuk tujuan diperdagangkan atau diperjualbelikan.

Aktivitas Investasi
            Pengungkapan terpisah arus kas yang timbul dari aktivitas investasi adalah penting karena arus kas tersebut merepresentaasikan sejauh mana pengeluaran yang telah terjadi untuk menghasilkan penghasilan dan arus kas masa depan.

Aktivitas Pendanaan
Pengungkapan terpisah atas arus kas yang timbul dari aktivitas pendanaan adalah penting karena berguna untuk memprediksi klaimatas arus kas masa depan oleh para penyedia modal entitas.

PELAPORAN ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
            Entitas melaporkan arus kas dari aktivitas operasi dengan menggunakan salah satu dari dua metode yaitu metode langsung dan metode tidak langsung. Entitas dianjurkan untuk melaporkan arus kas dari aktivitas operasi dengan menggunakan metode langsung. Dalam metode tidak langsung arus kas neto dari aktivitas operasi ditentukan dengan menyesuaikan laba atau rugi neto.

PELAPORAN ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI DAN PENDANAAN
            Entitas melaporkan secara terpisah kelompok utama penerimaan kas bruto dan pembayaran kas bruto yang timbul dari aktivitas investasi dan pendanaan, kecuali arus kas yang dideskrisipkan dalam paragraph 22 dan 24, yang dilaporkan atas dasar arus kas neto.

PELAPORAN ARUS KAS ATAS DASAR ARUS KAS NETO
            Arus kas yang timbul dari aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan dapat dilaporkan atas dasar arus kas neto:
a.      Penerimaan dan pembayaran kas untuk kepentingan pelanggan jika arus kas tersebut lebih mencerminkan aktivitas pelanggan daripada aktivitas entitas.
b.     Penerimaan dan pembayaran kas untuk pos-pos dengan perputaran cepat, jumlah yang besar, dan jangka waktu singkat.
 Selanjutnya, beberapa contoh penerimaan dan pembayaran kas adalah:
a.      Penerimaan dan pelunasan rekening giro bank
b.     Dana bank yang dikelola oleh entitas investasi
c.      Rental yang ditagih oleh pengelola untuk kepentingan dari dan selanjutnya disetor kepada pemilik property.

Beberapa contoh penerimaan dan pembayaran adalah uang muka yang dibuat untuk dan pelunasan atas:
a.      Jumlah pokok yang berhubungan dengan kartu kredit nasabah
b.     Pembelian dan penjualan investasi
c.      Pinjaman jangka pendek lain, misalnya pinjaman jangka pendek yang memiliki periode jatuh tempo dalam 3 bulan atau kurang.  

Arus kas yang timbul dari aktivitas lembaga keuangan berikut ini dapat dilaporkan atas dasar arus kas neto:
a.      Penerimaan dan pembayaran kas sehubungan dengan penerimaan dan pelunasan deposito berjangka dalam jatuh tempo
b.     Penempatan dan penarikan deposito pada dan dari lembaga keuangan lain
c.      Pemberian dan pelunasan uang muka dan pinjaman yang diberikan kepada nasabah

ARUS KAS DALAM VALUTA ASING
            Arus kas yang timbul dari transaksi valuta asing dicatat dalam mata uang fungsional entitas dengan mengalikan jumlah valuta asing tersebut dengan kurs antara mata uang fungsional dengan valuta asing pada tanggal transaksi arus kas. Arus kas anak diluar negeri dijabarkan berdasarkan kurs antara mata uang fungsional dengan valuta asing pada tanggal transaksi arus kas. Arus kas yang didenominasi dalam valuta asing dilaporkan dengan cara yang konsisten dengan PSAK 10. Dampak perubahan kurs atas kas dan setara kas dalam valuta asing dilaporkan dalam laporan arus kas untuk merekonsiliasikan saldo awal dan akhir dari kas dan setara kas.

BUNGA DAN DIVIDEN
            Arus kas dari bunga dan divden yang diterima dan dibayarkan, masing-masing diungkapkan secara terpisah. Masing-masing diklasifikasikan secara konsisten antar periode sebagai aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Jumlah bunga yang dibayarkan selama suatu periode dijelaskan dalam laporan arus kas yang telah diakui sebagai beban dalam laba rugi atau yang dikapitalisasi sesuai dengan PSAK 26. Sebagai alternatif, bunga yang dibayarkan serta bunga dan dividen yang diterima dapat diklasifikasikan sebagai arus kas pendanaan dan arus kas pendanaan karena merupakan biaya perolehan sumber daya keuangan atau sebagai imbal hasil investasi. Dividen yang dibayarkan dapat diklasifikasikan sebagai arus kas pendanaan karena merupakan biaya perolehan sumber daya keuangan.

PAJAK PENGHASILAN
            Arus kas yang timbul dari pajak penghasilan diungkapkan secara terpisah dan diklasifikasikan sebagai arus kas dari aktivitas operasi kecuali dapat diidentifikasikan secara spesifik sebagi aktivitas pendanaan dan investasi. Akan tetapi, jika arus kas pajak dapat diidentifikasi secara praktis dengan transaksi dengan individual yang menimbulkan arus kas, maka arus kas tersebut dapat diklasifikasikan sebagai aktivitas pendanaan atau investasi sesuai dengan jenis aktivitas tersebut.

INVESTASI PADA ENTITAS ANAK, ENTITAS ASOSIASI, DAN VENTURA BERSAMA
            Jika akuntansi untuk investasi pada entitas asosiasi, ventura bersama atau entitas anak dicatat dengan menggunakan metode ekuitas, maka investor membatasi pelaporannya dalam laporan arus kas hanya pada arus kas yang terjadi antara investor dan investee. Entitas yang melaporkan bagian kepentingannya dalam entitas asosiasi atau ventura bersama dengan metode ekuitas memasukkan dalam laporan arus kasnya, arus kas atas investasinya pada entitas asosiasi atau ventura bersama serta distribusi dan pembayaran atau penerimaan lain antara entitas tersebut dengan entitas asosiasi atau ventura bersama.

PERUBAHAN KEPEMILIKAN ATAS KEPENTINGAN PADA ENTITAS ANAK DAN BISNIS LAIN
            Gabungan arus kas yang timbul dari perolehan dan kehilangan pengendalian atas entitas anak atau bisnis lain disajikan secara terpisah dan diklasifikasikan sebagai aktivitas investasi. Entitas mengungkapka hal-hal secara gabungan, sehubungan dengan perolehan dan kehilangan pengendalian atas entitas anak dan bisnis lain selama suatu periode. Entitas investasi sebagaimana dijelaskan dalam PSAK 65. Penyajian tersendiri atas dampak arus kas dari perolehan dan kehilangan pengendalian atas entitas anak dan bisnis lain sebagai pos tunggal, bersama-sama dengan pengungkapan tersendiri atas jumlah aset dan liabilitas yang diperoleh atau dilepaskan. Jumlah gabungan kas yang dibayarkan atau diterima sebagai imbalan untuk memperoleh atau kehilangan pengendalian entitas anak atau bisnis lain dilaporkan dalam laporan arus kas neto dan setara kas yang diperoleh atau dilepaskan sebagaibagian dari transaksi, peristiwa atau perubahan ekuitas. Arus kas yang timbul dariperubahan kepemilikan atas kepentingan pada entitas anak yang tidak mengakibatkan kehilangan pengendalian diklasifikasikan sebagai arus kas dari aktivitas pendanaan. Perubahan kepemilikan atas kepentingan pada entitas anak yang tidak mengakibatkan kehilangan pengendalian, seperti pembelian atau penjualan dan dicatat sebagai transaksi ekuitas sesuai PSAK 65.

TRANSAKSI NONKAS
            Transaksi investasi dan pendanaan yang tidak mensyaratkan penggunaan kas atau setara kas dikeluarkan dari laporan arus kas. Transaksi tersebut dijelaskan pada bagian laindalam laporan keuangan sedemikian rupa  sehingga dapat menyediakan seluruh informasi yang relevan mengenai aktivitas investasi dan pendanaan tersebut. Tidak dimasukannya transaksi nonkas dalam laporan arus kas ini konsisten dengan tujuan laporan arus kas sebagaimana pos tersebut tidak mempengaruhi arus kas ke dalam  periode kini.

PERUBAHAN PADA LIABILITAS YANG TIMBUL DARI AKTIVITAS PENDANAAN
            Entitas menyediakan pengungkapan yang memungkinkan pengguna laporan keuangan untuk mengevaluasi perubahan pada liabilitas yang timbul dari aktivitas pendanaan, termasuk perubahan yang timbul dari arus kas maupun perubahan nonkas. Sepanjang diperlukan untuk memenuhi persyartan, entitas mengungkapkan perubahan pada liabilitas yang timbul dari aktivitas pendanaan. Liabilitas yang timbul dari aktivitas pendanaan adalah liabilitas dimana arus kas atau arus kas masa depan akan diklasifikasikan pada laporan arus kas sebagai arus kas dari aktivitas pendanaan. Jika entitas mengungkapkan rekonsiliasi, maka entitas menyediakan informasi yang memadai agar pengguna laporan keuangan mampu mengaitkan item yang termasuk dalam rekonsiliasi dengan laporan posisi keuangan dan laporan arus kas.jika entitas menyediakan pengungkapan secara gabungan dengan pengungkapan perubahan pada aset dan liabilitas lain, maka entitas mengungkapkan perubahan pada liabilitas yang timbul dari aktivitas pendanaan secara terpisah dari perubahan aset dan liabilitas lain tersebut.

KOMPONEN KAS DAN SETARA KAS
            Entitas mengungkapkan komponen kas dan setara kas serta menyajikan rekonsiliasi jumlah tersebut dalam laporan arus kas dengan pos yang sama yang dilaporkan dalam laporan posisi keuangan. Oleh sebab keanekaragaman praktik pengelolaan kas dan pengaturan perbankan diseluruh dunia agar sesuai dengan PSAK 1. Perubahan dalam klasifikasi instrument keuangan yang sebelumnya diperlakukan sebagai bagian dari portofolio investasientitas, dilaporkan dengan PSAK 25.

PENGUNGKAPAN LAIN
            Entitas mengungkapkan jumlah saldo kas dan setara kas yang signifikan yang tidak dapat digunakan oleh kelompok usaha, beserta komentar manajemen. Saldo kas dan setara kas milik entitas yang beroperasi di suatu negara yang memberlakukan kontrol lalu lintas devisa atau pembatasan hukum lain sehingga saldo kas tidak dapat digunakan oleh entitas induk atau entitas anak lain. Informasi tambahan yang relevan mungkin berguna dalam memahami posisi keuangan dan likuiditas entitas. Pengungkapan terpisah arus kas yang mencerminkan peningkatan kapasitas operasi dan arus kas yang diperlukan untuk memelihara kapasitas operasi berguna bagi pengguna untuk menentukan apakah entitas melakukan investasi secara memadai dalam memelihara kapasitas operasinya. Pengungkapan arus kas ecara segmen memungkinkan pengguna untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai hubungan antara arus kas bisnis sebagai suatu keseluruhan dan bagian komponennya serta ketersediaan dan keragaman arus kas secara segmen.

TANGGAL EFEKTIF
            Entitas menerapkan pernyataan ini untuk periode tahun buka yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2015. Entitas menerapkan penyesuaian untuk periode tahun buku dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2015. Amandemen PSAK 2: laporan arus kas tentang prakarsa pengungkapan. Entitas menerapkan untuk periode tahun buku yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2018. Penerapan ini dierkenankan. Pada saat entitas pertama kali menerapkan, entitas tidak disyaratkan untuk menyediakan informasi komparatif untuk periode sebelumnya.

PENARIKAN
            Pernyataan ini menggunakan PSAK 2 (2009): laporan arus kas.
more »